Sunday, 16 February 2020

AFFORDABLE HOTEL IN BALI FOR HONEYMOON

 I start to write in english again after a long time. Hello my dear honeymooners, first of all, congratulation on your happy day with your lover. As per the title, i am here to share you some hotels, with affordable tarif per night, but really worth it to spend the day and night for honeymoon couple. Ofcourse, it's depends on my subjective view. Since bali is the barometer of tourism in Indonesia, there are a lot of choiches. And here are my list, that you can use as reference, option or consideration. To be honest, swear, swear, i write this with my own intention to share knowlwdge, and i am not paid by hotels yaa lol :)). 

1. Alami Boutique Villas & Resort
Located in the midle off rice field of Tabanan. Alami villa has 2 Bedroom Villa, 3Bredroom, 4 bedrooms and 6 Bedroom. Wait, is it likely villa for group or honeymoon? Don;t worry, you can still have 1 BR Pool private villa. The staff will give you 2 BR villa with one room locked. Ofcourse you only pay for one room. It's possible that way, since a lot of my clients do that and enjoy a lot their honeymoon stay in this villa. During your stay here, you can trek to mount batukaru or go to Tabanan beaches close to the hotel. Come back to hotel to have couple spa and romantic dinner in the night could also be good experience to do.
143297870.jpg (1024×716)
95639042.jpg (1024×683)
The tarif to stay at Alami Villa is start from USD 197 nett/room/night. Not only get a bedroom, but you also have a spaciousvilla 130 sqm, with dining area, private pool vith amzing view of ricefield and ocean from far, spacious outdoor bathroom, and other facility that make the tarif is worth it enough to stay there. 
For detail, you can check the price on booking.com click here

2. Sanak Retreat Bali

219388394.jpg (1024×575)

Located in Munduk area, in the midle part of Bali, this hotel is worth it enough to stay. If you don;t know where is munduk, i will recall your memory or give you a clue if you never been here, in munduk it's close to Jatiluwih rice terrace, tamblingan and buyan lake, ulundanu temple. You get the image where is it, right? Oh or just stay there and visit it later.
219388366.jpg (614×768)

Again this propoerty is located in the midle of paddy field. Such a rural comunity. During your stay here, you and your beloved one can experiencing mountain bikes, trekking and picnic at waterfall, Melukat waterblessing and yoga retreat, ofcourse they also provide candle light dinner and couple massage spa.
How much is it the tarif? start from 179 USD nett/room/night for 1 BR Bungalow. click here

3. Menjangan Dynasty Resort
116080734.jpg (1024×720)
This property is located at Pemuteran. Far far away in the north side of Bali, close to Java Island. But trust e, there is a treasure hidden around there. Yesss, Menjangan island which is very close to this resort. For me, snorkeling at menjangan is the best one so far compared to another spot in Bali. So stay here, play canoe, just jump in front of the resort. Or yes, dont forget to snorkeling to inhabitant island menjangan, seriously beatiful.
Other thing to do, yoga in front of the beach with the sound of wave and beach wind, could be something relaxing. Pemuteran is calm and quite place since it's far and not a lot of tourist come here. But it's a heaven for they who search tranquility.
82504873.jpg (1024×768)
Don't worry, even if you sleep in the tent, still it's lux and beach view gaes lolll 
The tari is start from 158 USD nett/room/night. click here

4. Pramana Watu Kurung
161524842.jpg (1024×576)

Let's go a litle bit down gaes, never skip Ubud. Ubud is magical place, where it could make you fall in love with it places. It was popular by the film of eat, pray, love. Ubud is the center of art in Bali.
You stay here, you can do a lot, from visiting palace, art market, tegalalang rice terace, or famous temples around. Or more adventorous like raftimg at Ayung river or go to waterfals around.
So the hotel recomended is property from Pramana group, callled Pramana Watu Kurung.
215734164.jpg (1024×683)

This hotel is in the beautiful spot, where you can see ricefield, river and jungle. At night, you can have romantic dinner here. Face to the jungle, with flower and candle light.
For the lowest categorie of room, called suite room, the tarif is start from 238 USD nett/room/night . click here
149950914.jpg (1024×683)

Okay guyss it's already late night here, actually i still have other hotel in Sidemen, Amed, Kintamani, Jimbaran and uluwatu area. But i will update it later. Good night.

BACKPACKER LABUAN BAJO: Live on Board Komodo Cuma 600-ribuan



16 Desember 2019, Senin: Labuan bajo-Free day

Hari pertama kita santai-santai aja melepas lelah setelah dua hari di kapal PELNI. Bangun, mandi dan menyusuri jalan Soekarno-Hatta yang merupakan jalan utama. Sambil mampir ke travel-travel buat tanya harga trip ke pulau-pulau komodo dan sekitarnya. Singkatnya setelah perbandingan harga, kita dapat harga tawar terendah yakni 675.000 IDR dengan trip 2day/1 night live on board di kapal dek terbuka (open deck). Tadinya mau yang ada kabinnya (850.000 IDR) tapi ga jalan kapalnya esok. Jadi ya sudah wehee.
Dengan harga 675.000 IDR  dapat apa saja sih:
- Live on board 2 hari/1 malam
-Snack on board : donat, pisang goreng keju
-Drink: teh,kopi,air galon, air botol aqua selama trekking
-Satu set snorkeling gear
-Matras, bantal, selimut, seprai
- Makan  4 kali di kapal
- Buah-buahan pendamping setiap makan and snack: Semangka dan pisang ambon

Exclude: Entrance fee (kita bayar 150.000/pax for total 2 days waktu itu, ditombokin guidenya, jadi kita ganti ke dia waktu diakhir trip)

Kapal kita yang ada benderanya

17 Des: Kita hari pertama LOB yuhuu
·         Spot pertama trekking pulau rinca ( Ada 3 jenis trekking di pulau rinca yaitu short trekking,Medium Trekking dan long trekking )
·         Makan siang di atas kapal
·         Lalu ke pink beach buat snorkeling
·         Lalu visit Pulau Komodo, trekking lagi sampai sunset balik ke kapal

rinca yang panas dan kerontang

Aku udah lengket air laut, karena habis dari pink beach ke pulau komodo ga begitu jauh jaraknya, jadi gak ganti baju deh lol. Pulau pink yahh ga terlalu pink, tapi kalau kita ambil pasirnya ada pink-pinknya gitu wehee.. Not bad lah underwaternya.

Sampai pulau komodo kita trekking lagi. Tapi kok lebih sedikit yah komodo yang kita lihat wehee. Ada di sekitar kafe aja, sama agak ke tengah hutan dikit.

Balik kapal, langsung aja nikmatin sunset bentar sambil antri mandi dengan struggle mengingat airnya shower kecil keluarnya iprit-iprit.
Udah bersih naik ke dek atas ngobrol sambil nikmatin bintang betebaran di lautan uhuy syahdu bet, kita udah ga pada peduli jam berapa atau searang hari apa wkwkkw.

Panggilan makan malam datang. Makan, lalu balik ke atas, duduk-duduk di tempat yang ada kursi malasnya, sambil ngobrol lage. Oh ya peserta bule semua kecuali kita berdua. Mereka dari: Prancis, German, Amerika latin: Brazil dan satunya lupa, Eropa tengah, dan cina Malaysia.
Aku sudah lelah lalu tidur, kapal berhenti dan buang jangkar di dekat pulau komodo. Ku pikir malam ini bakalan dingin ternyata tidak.


Pagi dini hari terbangun, nglongok ke langit wizzzz indah bet bertabur bintang pokoknya. Mantap-mantap, sekali lagi tidur di lautan.
Trus tidur lagi, rasanya baru bentar di bangunin guide sudah subuh ternyata.

18 Desember 2019 :
Dengan mata kriyip-kriiyip, keluar ke dek depan, uihh sunrise bookkkk. Guide suruh cepet-cepet siap-siap turun ke sekoci buat ke pulau padar dan trekking. Aku langsung ngacir gosok gigi,ganti baju. Yang lain udah sampe pulau, aku terakhir wheee.

Wah pulau padar udah pake tangga kayu gaes, jadi ya udah emang disiapkan untuk wisatawan banget aksesnya. Naik ngos-ngosan sampe tengah, photo-photo. Naik lagi tuh kita bertiga, aku, sony, Mohamed sampe atas, lah kok spotnya b aja ga terlalu kelihatan. Jadi emang lebih bagus dari spot tengah/medium yang ga tinggi-tinggi amet, biar pantai di belakangnya bisa kelihatan.
Positifnya kalau kita naik pagi-pagi ga terlalu panas dan terbakar matahari gaes.

Oh ya kenapa pake sekoci karena ya itu surut pantainya, dan emang rata-rata kapal-kapal besar yang buat LOB nyeret sekoci di belakangnya buat bantu kita menepi, karena kapal ga bisa menepi takut nyangkut
  • Spot trekking pulau padar
  • sarapan pagi
  • snorkeling di Manta point untuk melihat ikan Pari ( manta Rays )
  • Makan siang di atas kapal
  • Spot terakhir adalah snorkeling diKanawa
  • Kembali menuju Labuan bajo


Yap secara singkat hari kedua begitu gaes. Ngomog-ngomong, spot manta point itu ditengah laut. Jadi, guide dan awak kapal cari manta dulu pake sekoci, lalu kasih aba-aba dimana dia berada, kapal mendekat, kita nyeburrr ke laut. Mantap gaesss, pertama dalam hidupku, aku yang tak bisa berenang ini lihat manta dibawahku dengan kedua mata ini. Pari manta meliuk-liuk, memutar badang, dari punggungnya yang hitam, kelihatan perutnya yang putih. Siapp, bagus banget and heart taking bet. Lalu panic dong aing, bule-bule berenang ke spot lain sesuai arahan guide. Aing ketinggalan karena ga jago renang di lautan lepas, ketarik arus yang kenceng mulu, capek. Mana arunya tuh kek pusaran-pusaran gitu, aku takut. Akhirnya di evakuasi pake sekoci akuhhh wkwkwkkw. Terus diturunkan di bagian lain yang ada manta dan teman-teman sudah berkumpul disana.

Terus lihat manta satu lagi. Lalu mataku kemasukan air laut, pedes, aku balik naik ke kapal.
Pada cerita, eh liat hiu sama kura-kura ga. Anjay ya kaga lihat aku tuh. Liat manta aja udah bersyukur.
Setelah makan siang, kapal sambil jalan ke kanawa. Lumayan jauh, sampe tidur-tiduran di kapal lama, 2 jam lebih kali.
Sampai kanawa, kapal buang jangkar agak ke tengah. Lalu bule-bule pada langsung pake snorkel and fin, byurrrr.

Aku ga mau nyemplung di yang dalem lagi. Aku minta naik sekoci dan ke pulau aja. Jadi aku mau berenangnya dari pulau, biar cetek wkwkwk.
Aku, sony, guide, 1 bule jerman yang telinganya sakit kemasukan air, dan 1 awak kapal naiklah ke sekoci dan mendarat di pulau kanawa. Snorkeling lah kita, hehe, dipinggir airnya anget. Agak ke tengah, liat-liat karang n ikan sampe ngangkang-ngangkang ga jelas ga berani gerak aku, saking ceteknya (dangkal) dan aku takut fin aku nggasruk coral wkwkwk.
Yup. Lalu sony udah smpe nengah-nengah. Aku di pinggir pantai aja, telentang di atas air membelakangi matahari, kebawa arus dikit-dikit tapi nikmat mana yang kamu dustakan, nyantuy gitu di pantai.

Okay, lalu kita mau balik ke kapal karena time’s up. Eladalah malah bule-bula berenang dari tengah laut ke pantai sampe pulau loll.. Strong banget ga sih. Mana tampan nan perkasa wkwkwk. Guidenya marah-marah sambil teriak-teriak manggil mereka balik.
Naiklah kita ke kapal, disuguhi pisang goring keju hangat. Nikmat.

Lalu perjalanan balik ke dermaga Labuan bajo. Ehhh kita dihantam badai di tengah laut. Hujan deras ombak tinggi. Karena kapal open dek, air pada masuk. Kita tahan pake matras. Dan berkumpul di tengah kayak refugee betulan dah wkwkwk.
Sampai pelabuhann, hujan tinggal gerimis. Kita selamat, yayyyy, jam menunjukkan pukul 16h00.
Kita dijemput agen travel, kasih balik alat snorkeling. Lalu nunggu jemputan hostel di depan starbuck.
Begitulah LOB kita berakhir, mengesankan dan sangat bahagia.
Murah ga murahan.
Nanti cerita selanjutnya aku ceritakan tentang persiapan ke Desa Waerebo, hari H yang dramatis, sampai akhir yah, ini sudah terlalu panjang.
To be continued…



BACKPAKER LABUAN BAJO: NAIK KAPAL PELNI TILONGKABILA


Sebenarnya sudah lama pengen nulis cerita ini tapi males, lebih seneng bacot aja, tapi mau bikin youtube juga males wkwkwk.

Ceritanya bermula dari bulan oktober sampe November 2019 ngidam pengen ke komodo. Iseng ajak temen kerja dia ok ok aja, udah sampai cari-cari tiket pesawat PP yang Cuma habis 900 ribuan pake air asia. Tapi aku tiba-tiba cancel, soalnya aku pengen pulang ke jawa aja wkwkwk. Singkat cerita aku cari-cari tiket ke jogja kok mahal mahal nih dari Bali. Akhirnya bulan November akhir aku balik lagi ke Sony, bilang yuk son fix ke Komodo besok Desember, gue udah cek jadwal kapal pelni, cuti gue udah di ACC manager, tinggal beli tiket aje.  Dia ga nanggepin serius dong, halah paling juga Cuma wacana forever, lol. Tapi aku yang impulsive ini langsung ngajak dia beli tiket kapal pelni di kantor Pelni yang ada di Kuta besok weekend. Kenapa kita tetiba naek kapal, karena harga tiket pesawat udah naek bokkk wkwkkwk.

Jadi kita putuskan untuk liburan dari tanggal 14-21 Desember 2019. Tau ga sih, tiket pelni kita namanya salah, ga sesuai sama KTP. Sony sadar waktu di kantor dan di revise sama petugas yang ga ada ramah-ramahnya. Cuma dikasih parafnya aja sih sama petugas, karena mereka ga bisa ngeluarin tiket lagi. Lah dalah aku kok ya baru sadar pas udah di kos, males banget balek ke Kuta, secara akika kos di Sanur bokkk… Eh sony memberikan ide brilian “kaga usah balik lo, buang-buang waktu dan bensin, mending lu kasih paraf sendiri aje tiketnya, nih nyonto punya gue’. Karena ga jelas, seninnya waktu makan siang aku contoh paraf di tiket doi, siap lolos boskuhh sampe hari H ga dipermasalahkan sama awak kapal.
 

14Desember 2019, Sabtu : Sanur-Port Benoa-Kapal Tilongkabila
Kapal berangkat jam 9 pagi dari dermaga Benoa. Aku janjian sama sony ketemu di sanur, pesen gocar dan brangkat ke Benoa. Pas banget, kita sampai jam setengah 9, langsung check in, kapal udah sandar nungguin kita.

Photo-photo norak dulu, maklum aku terkesima sama kapal penumpang Tilongkabila yang guede bet ini. Jadi keingetan titanic. Naik kapal, diperiksa lagi sama petugas tiketnya, terus diarahin ke dek kapal berapa. Masuklah kita ke dek yang kek barak pengungsian, isinya puluhan matras tempat tidur. Eh tapi kok tempat tidur sesuai nomor tiket kita sudah diisi sama orang. Kita disuruh pindah cari tempat lain. Terus aku bilang, ke atas aja yok son, biar goncangannya ga begitu keras. Tapi baru mau naik tangga, dicegat sama petugas, dimarahin kita karena harus sesuai tiket. Aku bilang kalau tempat kita sudah ada yang isi, terus petugasnya itu nyamperin tempat kita dan ngusir ibu-ibu yang di matras kita. Karena si ibu ini mau turun di Sulawesi, tapi tiket dia nonseat, jadi dia ga dapet matras. Petugas bilang, suruh ke emperan aja, nanti dibagi matras. Meskipun kenyataannya ga dikasih juga.

Kapal mulai berangkat, kita mulai naik ke dek-dek lain, dan duduk di badan samping kapal di bawah sekoci. Woww, mulai mabok wkwkwk. Setelah lama duduk, ada panggilan makan siang. Antri ambil makan, lalu naik lagi ke atas, dan makan dibawah sekoci. Dapat makan 3 kali sehari ya, menu seadanya tapi layak : nasi, sayur, ikan/telur/ayam, diselingi dengan minum air putih gelasan plastik/juice botol/susu kotak, dan dapat snack slice olay juga. Lmayan lah harga tiket kan Cuma 230.500 IDR tapi dapat makan 5 kali wehee.


Toilet lumayan lah Tilongkabila termasuk kapal Pelni yang masih agak baru, jadi ya agak lumayan bersih kapalnya.
Singkat cerita kita lewatin port benoa bali 14 Des (09h00), port lembar lombok, port bima 15 Des (16h00), lalu sampailah di port labuan bajo hari Senin tanggal 16 Des jam 00.30.
Kita jalan kaki sampai reddorz hotel, ya jalan kaki hampir setengah jam lah sambil bawa packpack guede. Check in, bersih-bersih, tidor.
Murce ini reddorz 99k/night/room.

Aku lebih banyak ambil video sih ga photo, nanti kalau ada waktu aku edit sambung jadi satu yah. 

Saturday, 25 January 2020

PENGALAMAN DAPAT KERJA DI BALI

Hai, ini postingan pertama aku di tahun 2020. Kali ini aku mau nostalgia, menceritakan pengalaman aku gimana sih bisa dapet kerja jauh-jauh sampai bali. 
Lagian siapa sih yang ga mau kerja di bali? Kerja sambil liburan wehee.. apa betul seenak itu kerja di bali?

Well,jadi Desember 2018 aku dapat email dari salah satu perusahaan travel multinasional yang punya kantor di sanur dan jogja. Waktu itu aku udah kerja di pabrik PMA di Klaten, jadi aku ga terlalu nanggepin, lagian aku klik lamaran juga udah lama banget berbulan-bulan lalu sampe lupa. Jadi, intinya HRD ini nolak aku sambil memberiku kesempatan. Eh jadi gimana dong? Dia bilang tidak bisa nerima aku di divisi spanyol, tapi dia nawarin aku di divisi prancis karena lebih cocok buat aku. Wehee yaiya sih aku kan bisanya bahasa prancis, tapi dulu malah klik lamar yang spanyol di Jobstreet.

Jadi aku dapat kerja itu berkat jobstreet guys, melamar membabi buta sampe lupa udah pernah klik lamaran apa saja. Maklum lah ya sindrom lama menganggur, stress. Singkat cerita, tanggal 25 Desember aku balas,trus disuruh isi data. terus januari 2019 setelah lama mikir, kubalas data yang diminta. Lalu janjian tanggal wawancara. Setelah klik, siang jam istirahat, aku pulang ke kosan dan wawancara via skype sama usher pake bahasa prancis. Iyap, enaknya banyak perusahaan di bali yang mau wawancara via skype aja. Lalu, besoknya hrd telpon buat jawab pertanyaanku yang berkaitan dengan wewenangnya.

Lalu beberapa minggu kemudian, sekitar tanggal 20 an januari aku dapat info kalau lolos dan dikirimi kontrak. Lalu ttd kontrak dan scan dan kirim balik.1 bulan kemudian sudah bisa masuk ke kantor.

Easy and fast yah, jadi bisa di coba untuk temen-temen semua.

Cherzzz

Sunday, 8 September 2019

Kenapa Lepas Hijab???

Fenomena cewek-cewek lepas hijab ini pasti serinijab ini bukan hal baru lagi yah. Kalau buat orang biasa yang ga banyak orang yang perhatiin kayak aku mungkin efeknya not really big.  Tapi gimana kalau itu publik figure atau orang terkenal?  Well,  hujatan netizen yang mulia dan siap membombardir. Liat aja gimana rina nose di kata-katain orang seindonesia raya karena keputusannya menanggalkan hijab.  Ngeri ngeri boskuh...  Apalagi,  aku lihat beberapa temen aku yang emang agak terkenal gitu di fakultas,  mereka juga mengalami hal yang serupa,  ntah diomongon didepan/belakang, dan yang pasti adalah dibanjiri pertanyaam kenapa lepas hijab?! 

Kalau aku sendiri sih emang udah agak-agak anaknya dari awal..  Jadi orang juga bodo amet pas tau sekarang ga pake hijab lagi.  Karena jujur aja nih,  aku pake hijab itu karena aku selalu sekolah di sekolahan islam,  TK NU, SD muhammadiyah,  SMP di pesantren,  SMA jga udah pake hijab dong masak jebolan pondok pesantren langsung lepas lepasan wkwkwk...  Padahal ya,  kalau pulang sekolah ya aku ga pake hijab lagi.  Jadi kupake cuma karena itu seragam wajib aja buat berangkat sekolah.  Main, ke pasar,  atau keluar juga aku jarang pake jilbab. Hal tersebut berlanjut hingga aku kuliah dan kerja. 

Jadi orang" di kampus atau temen kerja aku mereka pikirmya aku ini religius dan berhijab. Padahal ya ga juga wehee.. 

Aku betulan terang-terangan lepas hijab itu waktu aku kerja.  Jadi aku bikin akun baru, ya itu akun yang sebenarnya ga ekslusif kok. Aku add juga temen" lain tapi sayangnya ga di follback,  atau bahkan ada yang ga accept permintaan follow aku wehee,  jadi ya followerku sedikit tapi tak apa.  Jadi,  di akun baru aku itu aku totally ga pake hijab. Rambut aku yang amburadul ituh terpampang nyatah :))
Waktu tau itu,  temen" geng minyak katu putih si B aja ya,  soalny rata" kita juga gitu buka tutup ga karuan wehee. Cuma yang oaling kebakaran jengkot adalah cowo cowo yang dulu pernah nyantol dihati wahaaa.  Mereka yang paling ribut seakan" kayak imam yang kecolongan. Ya aku tau itu karena mereka perduli dan sayang makanya masih mengingatkan.  Tapi itu pilihan aku daripada kucampur aduk photo hijab n polosan kan.  Lagian itu juga cuma instagram.  

Pergi kerja pun aku masih berhijab swperti biasa.  Cuma kalau weekend jadi guide aku ga pake hijab, kalau main juga ga pake,pokoknnya pulang kantor aku ga pake. 

Gimana si rasanya tetiba lebih sering ga pake hijab.  Jujur si rasanya dingin ada yang hilang ada yang kurang. Ada perasaan was was, tetiba malu,  merasa terekpose padahal juga ga ada yang ngeliatin lho wehee. Mungkin rasanya kyak kmu klo kamu kemana-mana cuma pake sempak/cawet gitu deh... Merasa terekspose. 

Tapi lama-lama akhirnya biasa saja.  Karena ya tak bisa dipungkiri,  pake hijab itu ada perasaan tenang ada yang nutupin :))

But so far so fine si aku sejauh ini
Aku kan juga manusia biasa ya,  yang hatinya juga masih dikendalikan sang pembolak balik hati
Aku berkembang juga, jadi ini bukan akhir atau final dari perjalananku.  Bisa jadi suatu saat nanti di masa depan hatiku dibalikkan dan berhijab lagi kan who knows. 

Friday, 16 August 2019

5 HARI 4 MALAM SOLO BACKPACKING KE LOMBOK DAN GILI

Malam semua,

Aku pengen share pengalaman mbolang sendiri ke Gili dan lombok selama 5 hari 3 malam.  Sebenarnya itu kulakukan bulan juni sih.  Tapi males aja nulisnya wkkwkw.  Jadi bertepatan dengan hari raya idhul fitri,  aku ga pulang kampung ke jawa,  karena ga ada ongkos n ga muat waktunya.  Jadilah kupakai duit THR n tabungan buat jelong". Total duit yang kuhabiskan ga nyampe 1.5 juta sih. Aku tinggal di bali yah.
D-1, 5 Juni 2019

Tepat banget hari raya, aku yg tadinya capek,  karena semalam malam takbiran tapi aku kerja lembur sampe jam 10 malam.  Awalnya pengen kubatalin aja ke lombok.  Tapi akhirnya tgl 5 jun,  jam 3 sore aku beranjak buat packing.  Jam 6 sore baru berangkat dari sanur ke padangbai naik motor aku yang ga sempet di service.

Sampai pelabuhan padangbai,  bayar ticket ferry. Disini masih manual ya bayarnya di pos,  ga kayak di ketapang gilimanuk yg udh pake kartu tap yg hrs di top up.  Pelabuhan lengang,  harusnya motor matic 129.000 tapi aku kena charge 130.000 karena ga ada kembalian atau petugas ga mau tibet ga tau.  Lumayenn tau klo 1000 rupiah dikali berapa kendaraan,  ya ga sih?

Langsung naik ferry,  motor ku parkir di dalam kapal.  Naiklah aku ke atas, waktu sudah menunjukkan jam 7. Elahdalah fery ngetem lama banget,  jam 8 baru berangkat.

Dingin banget sumpah, masuk ke ruangan yg non smoking juga sumpek.  Aku mulai mabuk laut,  padahal perjalanan diestimasi 4-5 jam on board. Njirrr.. Nyampe juga belum yang aing pikirin,  ni nanti gimana cara aing baliknya kalau mabok gini.

Ada awak kapal asalnya dari rembang. Dia masih sekolah pelayaran juga.  Dedek" emes,  ngikutin aku terus,  ngajak ngobrol n minta nomor. Korek" punya pacar dll.  Dia kasihan liat aku kedinginan jongkok di samping tempat sampah,  didepan kamar mandi.  Kamar dia udah sold,  jadi ga bisa dia kasih ke aku.  Oh ya kamar di kapal biasanya disewakan bisa sampe ratusan ribu semalem ya.  Akhirnya dia ajak aku ke atas,  ke deretan kamar awak kapal.  Didepannya ada ruang nahkoda.  Dan depannya lagi ada space luas buat lemari dan pojokan untuk jemur baju.  Dia pinjemin tikar buat tiduran. Di atas lebih bersih dan ga dingin weheee..  Plus ni anak baik banget,  ku dikasih pop mie juga.  Semuanya gratis.

Kapal sampai pelabuhan lembar lombok jam 00.00, tapi cuma terombang ambing karena nunggu giliran berlabuh.  Sampe akhirnya bisa napak daratan jam 1 pagi.  Karena dah nahan kencing,  duh ga brani deh kencing di kapal.  Tau sendiri deh keadaannya.  Untung keluar dari pelabuhan langsung kiri jalannya ada masjid.  Aku bersih" dulu di masjid.  Ya ampun aku langsung flek gumpal" merah ati coklat hitam banyak banget karena stress n kecapekan g ada jeda istirahat.  Sampe tembus juga. Jadi mikir duh gimana nih nanti perjalanan, mulai juga belum.

Aku masuk lagi ke masjid,  masjidnya terbuka gitu bangunannya,  jdi ga ada tempat berlindung dari angin malam.  Aku ambil aqua sisa sholat ied.  Trus duduk makan mie sambil nyusun ittinerary mau kemana hahahah...

D-2, 6 Juni 2019
Setelah lama di masjid, aku mulai berani beranjak, sekitar jam 4 pagi.  Udara dingin nusuk tulang,  aku mampir di pom bensin buat isi bensin.  Trus lanjutkan perjalanan, cuma ada aku di jalan.  Setiap berapa meter ada masjid,  dan lantunan ayat suci berkumandang. Sampe masuk jln kek ring road itu juga cuma ada aku.  Pokonya aku ikutin google map. Takut sih banget,  tapi kepalang tanggung.
Dari pelabuhan lembar aku naik ke utara,  lewat mataram,  lalu mulai masuk area senggigi udah mulai adzan subuh.  Dan untungnya jalannya sudah mulai lewat kampung.
Jam 5an, tiba" banku geal geol.  Ku berhenti,  elah dalah ban pecah.  Kutuntun ke dekat alfa/indomart aku lupa.  Masnya bantuin bangunin tukang tambal ban dekat situ tapi belum bangun. Soalnya masih jam 5 juga plus itu idhul fitri hari kedua.
Jam 6 akhirnya banku ditambal.  Aku susuri lagi jalan raya senggigi.  Sampe pantai layar,  lihat sunrise yg telat,  tapi tetep indah bet,  langsung lepas pantai cahaya matahari oren kekuningan yg jadi garis pembeda antara langit dan laut.

Karena tujuan pertamaku adalah gili air. Aku langsung ke pelabuhan bangsal. I did enjoy the journey so much,  dingin tapi seger.  Banyak binatang di jalanan wehee..  Mulai dari anjing,  ayam,  bebek,  monyet,  sapi,  kambing yg jadi halang rintang di jalan.

Aku sudah pesan homestay di gili air waktu aku istirahat di masjid.  Sampe pelabuhan bangsal sekitar jam setengah 9, lgsg titipin motor di penitipan,  10k/day. Lalu beli tiket 12k untuk tujuan gili air.  Nyebrang deh pake public boat.  Nyampe pelabuhan gili air,  muter" cari homestaynya,  ke tengah tetep ga nemu,  oh ternyata tu homestay dibelakang villa karang,  kalau jalan dri pelabuhan ke arah kiri,  dari pantai jga kelihatan tu bangunan,  soalnya depannya tanah lapang.  Homestay 145k/nigh include bf yah.  Aku lgsg early check in.  Mandi.  Ganti baju lalu keluar cari makan.  Mampir ke minimarket dulu buat beli shampoo. Mau ke siti market tapi dia tutup.  Akhirnya beli di minimarket shampoo lifeboy kecil harganya 10k hmm. Beli sikat gigi baru buat ambil komedo juga di warung,  tapi tetep aja mahal, aku lupa harganya. Bahkan bule prancis yg di minimarket aja blg klo tanning oil dsni lebih mahal drpda di bali. Udah muter" smpe lelah,  ga ada warung buka.  Klo makan di cafe ga nyampe budgetnya. Akhirnya dapet warung kecil ditengah kampung, beli nasi sayur lauk pindang sambel 10k. 

Cerita lanjutan Gili Air disini ya, kupotong karena terlalu panjang:

Friday, 5 April 2019

PENGALAMAN KERJA JADI TELEMARKETING

Setelah sebulan lontang lantung cari kerja sana sini,  akhirnya aku dapat pekerjaan pertamaku jadi telemarketing. Awalnya ga niat banget kerja di ni perusahaan haha..  Pas dapet undangan wawancara aku niat buat skip aja.  Tapi tiba" pagi harinya aku berubah pikiran,  why not to try,  akhirnya mepet banget,  aku bkin cv,  ngisi formulir n print. Tambah lagi aku ga tau dimana alamat tepatnya kantor itu. Akhirnya aku sampe sana telat 20 menitan kali ya haha... 
Antri bareng sama yang lain.  Skip skip skip sampailah giliranku di wawancara.  Btw perusahaannya ini sebenernya perusahaan multifinance yang cukup punya nama karena termasuk yang terbesar di indonesia.  Yang aing inget si ye waktu dicekokin sama hr training lol,  ni perusahaan umurnya udah puluhan tahun, jauh lebih tua dari umur aing,  umurnya setara om tante aing kali ye, asetnya juga termasuk guede,  n outletnya banyak. Nahh balik lagi waktu wawancara sebenarnya aku nanya possible ga sih kalau aku ditempatin jadi CMO atau analysnya gitu.  Tapi dijawab sama hrdnya klo ya possible aja,  tpi doi kasihan kalau aku harus gesek no rangka kendaraan segala wkwkkw...  Jadi dia nawarinnya jadi marketing aja,  mau lapangan atau tele. Dia saranin kalau untuk awal sih ke telemarketing dulu aja,  karena medannya ga seperti marketing lapangan yang kita face to face to customer. 

Setelah aku pelajari hari demi hari,  aku mulai paham produk, hari ke lima aku mulai telpon customer pertama kali untuk menawarkan produk.  Jadi telemarketing itu kita sebutnya telesales (TSS)  yang menjual produk perusahaan melalui telepon. Pasar yang kami bidik adalah customer retention/ customer yang sudah pernah mengajukan pinjaman di perusahaan kita,  jadi kita tawarin lagi gitu buat ambil produk.  Karena aku ada di kantor area,  jadi jangkauanku meliputi banyak kota dan kabupaten di provinsi jateng dan diy.  Tiap hari dari jam 8-6 aku telpon orang-orang sampe ketes ketes mulut berbusa, nawarin produk dan ditolak mentah-mentah.  Tiap hari aku telpon 40-110 nomor hahaha.. Padahal yang aku tawarin itu duit lho wkwkwkwkw...  Tapi tetep aja tuh ga ada yang minat sama penawaran aku. 

Yahh biasalah multifinance atau leasing kan emang produknya jualan duit ye kan. Jadi bisa mengajukan pinjaman buat beli mobil, motor, alat berat,  mesin" kek gitu deh...  Terus nanti customer ngangsur tiap bulan beserta bunganya. Nah kerjaan si telemarketing retention ini adalah ngitung harga kendaraan plus bunganya,  hingga didapat berapa angsuran per bulan buat consumen.

Akan tetapi karena aku masuk divisi yg main di retention,  jadi yang aku jual waktu itu adalah produk consumer leassing.  Which is kita kasih pinjaman uang, dan consumennya menggadaikan bpkb kendaraannya ke kita. 

Untuk target,  jangan kaget,  taget per personnya guede banget. Kalau mash training si 1 milyar kurang dikit untuk divisi mobil,  kalau motor dihitungnya per kontrak,  aku lupa berapa puluh,  pokoknya paling ga sehari dapet 3-4 closing deh.  Nanti closing dibagi jadi dua: interest dan prospect.  Yang kita kejar banget ini ya prospect. Karena closimg propect artinya kita tuntun customer sampe dia pencairan dana lagi. 

Enaknya jadi tele-marketing/sales waktu itu sih target jelas,  bentuknya amount,  sekian rupiah atau sekian kontrak per bulan. Gapok ok lah untuk bertahan idup sebulan, diatas UMR kok. Ada kesempatan buat dapat insentive. Bahkan KPI 90% aja masih dapet insentive performance.  Apalagi kalau 100%/lebih,  insemtive bisa berkali lipat dari gapok.
Gak enaknya cuma pusing,  puyeng, mual dikejar target, tidur tidak tenang,  diuber" sama spv n manager setiap hari,  jam, menit dan detik.  Temen aku aja sampe stress darah tinggi kumat asam lambung asam urat.  Kalo aing si biasa ambeydn kumat,  karena duduk tiap hari.  Yahh gimana lagi, karena emang targetnya so high,  secara kita ini kaki kaki perusahaan. Tapi seiring berjalannya waktu,  jam terbang mulai tinggi,  dan emang passion di marketing bisa kok jadi expert. 

Tapi aku waktu itu cuma sebulan ga nyampe.  Karena aku stress sama sistem kerja perusahaan. Pekerjaan pertama dan belum tahan banting.  Jadi aku memutuskan untuk hengkang mengundurkan diri. 
Begitulah cerita singkatnya. Mulai saat itu aku menghindari kerjaan sales salesan meskipun berganti nama ujungnya nyales juga.  Tapi tapi tapi justru kerjaan selanjutnya sampe sekarang ya aku jadi sales wkkwkw.... Cuma namanya aja beda.  Nanti aku ceritain di kesempatan yang lain.